Nama Dan Keunikan Pakaian Adat Bali

Nama Pakaian Adat Bali

Pakaian adat Bali adalah salah satu pakaian kebudayaan yang paling populer di Indonesia tidak hanya karena desainnya yang indah dan khas tapi juga karena cenderung lebih mudah dikenakan dibandingkan dengan kebanyakan pakaian adat lainnya yang ada di Indonesia.

Pakaian adat Bali (Sumber: http://www.merdeka.com/foto/peristiwa/berbaju-adat-bali-sby-lepas-pawai-pkb-xxxv.html)

Pakaian adat Bali masih cukup banyak digunakan oleh masyarakat Bali terutama untuk berbagai macam acara yang menggunakan adat Bali sebagai tata acaranya, Anda juga masih bisa menemukan banyak warga Bali yang melakukan kegiatan biasa dengan mengenakan atribut pakaian adat Bali meski sedang tidak ada upacara.

Apa saja atribut pakaian tradisional yang dikenakan oleh masyarakat Bali? Berikut adalah nama pakaian adat Bali yang masih eksis hingga sekarang.

Udeng

Jika masyarakat punya blangkon sebagai penutup kepala, maka warga Bali memiliki udeng. Nama pakaian adat Bali ini diambil dari kata “mudheng” yang dimaknai sebagai memahami dengan jelas arti kehidupan. Udeng merupakan penutup kepala yang berupa kain yang biasanya digunakan sebagai pakaian adat pria ketika melakukan upacara adat.

Namun udeng juga bisa dengan mudah ditemukan dikenakan dalam kehidupan sehari-hari bahkan menjadi salah satu souvenir wisata yang cukup laris. Udeng yang digunakan untuk upacara keagamaan biasanya berwarna putih sedangkan untuk yang sifatnya kasual atau sehari-hari digunakan udeng yang berwarna warni.

Kamen

kamen bali laki laki

Kamen merupakan kain seperti sarung yang cara pakainya dililit di pinggang sebagai pakaian tradisional. Baik wanita maupun pria sama-sama menggunakan kamen sebagai bawahan namun cara penggunaannya berbeda.

Pada kamen pria maka kain dililit hingga membentuk ujung yang lancip pada bagian tengah dan agak mengarah ke bawah, Filosofinya adalah sebagai bentuk penghormatan pada tanah leluhur Bali. Sedangkan lilitan pada kain kamen wanita tidak dilengkapi dengan lilitan pada bagian depan yang lancip.

Kaum pria biasanya mengenakan kamen dengan atasan berupa kemeja berkerah atau disebut juga pakaian safari.

Kebaya Bali

instagram.com/aurakasih, instagram.com/vanessaangelofficial, instagram.com/nikitawillyofficial94

Nama pakaian adat Bali selanjutnya adalah kebaya yang menjadi atasan pakaian tradisional wanita Bali. Kebaya yang digunakan sebenarnya tidak ada aturan pakem namun biasanya yang dikenakan memiliki model yang sederhana dan warna-warna yang cerah.

Wanita Bali mengenakan kebaya biasanya dipasangkan dengan sabuk prada yang digunakan untuk menahan kamen agar tidak mudah turun atau melorot. Tidak hanya sebagai penahan dan bisa membuat penampilan wanita Bali jadi lebih anggun, sabuk prada juga memiliki filosofi tersendiri yaitu sebagai pelindung Rahim wanita, dan juga sebagai bentuk perlindungan diri lainnya.

Saput poleng

rizkynindra.com

Jika Anda ke Bali atau ke daerah-daerah yang dihuni oleh masyarakat Hindu-Bali Anda tentu akan melihat adanya kain dengan pola kotak-kotak hitam putih. Kain tersebut bernama saput poleng yang dianggap sakral oleh masyarakat Hindu. Sehingga ia hanya dipasangkan pada tempat-tempat tertentu dan hanya digunakan oleh orang-orang tertentu saja sebagai pakaian adat yang digunakan pada upacara keagamaan khusus di Bali.

Kain saput poleng memiliki makna filosofi yang cukup dalam mengenai perbedaan antara hitam dan putih atau perbedaan di antara dua hal yang bertolak belakang.

Kalangan warga Bali yang biasanya terlihat mengenakan saput poleng sebagai pakaian adat adalah para pecalang atau petugas keamanan desa adat yang bisa memberikan penilaian dan bertanggung jawab terhadap keadaan aman dan kacau, aman maupun buruk.

Para pecalang diharapkan bisa membedakan mana yang baik dan buruk sehingga bisa menjaga keamanan dengan baik selama diadakannya upacara adat. Demikian adalah beberapa nama pakaian adat Bali yang paling familiar.

Lihat juga :

Keunikan Pakaian Adat Bali yang Memukau

Bali tidak hanya terkenal dengan tempat-tempat wisatanya namun juga adat istiadatnya. Bali hanyalah sebuah pulau kecil di Indonesia namun memiliki beragam kebudayaan serta adat yang masih terjaga kelestariannya sehingga selalu menjadi daya tarik setiap wisatawan yang datang.

Bali masih menjunjung tinggi adat istiadatnya yang berupa; tarian, rumah adat, upacara adat, bahasa adat serta pakaian adat bali yang khas. Sekilas pakaian adat bali mirip dengan pakaian adat jawa namun semuanya tetap memiliki ciri khas. Setiap pakaian pada pakaian adat Bali memiliki filosofi tersendiri.

Lalu apa saja keunikan pakaian adat Bali ini ?

catraholiday.com

Pakaian Adat Pria

Keunikan pakaian adat untuk pria sangat khas yaitu berupa :

  1. Udeng yang memiliki filosofi untuk pemusatan pikiran dan fokus terhadap Tuhan.
  2. Baju (jas berkerah) yang biasanya berwarna putih yang memiliki filosofi suci, bersih, dan sakral namun juga bisa berwarna hitam yang digunakan untuk menghadiri upacara Ngaben yaitu upacara pembakaran jenazah, warna hitam ini sebagai bentuk belasungkawa.
  3. Kamen atau bawahan yang berupa 2 lapisan kain, kain yang terdalam disebut kamen lalu yang terluar disebut saput dan diikat dengan selendang agar tidak jatuh. Cara memakai kamen adalah dengan melingkarkan kain dari kiri ke kanan lalu dibuat lipatan dengan simpul di bagian depannya yang memiliki filosofi penghormatan terhadap ibu pertiwi.
  4. Keris

Keris merupakan senjata pada jaman dahulu berbentuk pisau yang tajam. Biasa dipakai oleh pria Bali sebagai lambang perlawanan terhadap roh-roh jahat.

Pakaian Adat Wanita

Keunikan pakaian adat wanita di Bali memiliki ciri khas yaitu menggunakan

  1. Sanggul (Pusung), jika para pria menggunakan udeng, para wanita Bali juga menggunakan sanggul. Sanggul ini berbeda dengan sanggul yang dipakai untuk adat jawa. Sanggul Bali dibagi menjadi 3 jenis yaitu Pusung Gonjer, Pusung Tegel, dan Pusung Podgala. Pusung Gonjer digunakan untuk wanita yang masih lajang yaitu dengan ciri sebagian rambut dilipat sebagian rambut terurai.selanjutnya Pusung Tegel yang menjadi lambang bahwa wanita tersebut telah menikah dengan ciri rambut digelung seutuhnya. Lalu yang terakhir yaitu Pusung Podgala yang ciri-cirinya berbentuk seperti kupu-kupu dengan berhiaskan bunga seperti cempaka putih, cempaka kuning, serta bunga sandat yang menyimbolkan Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa, gaya rambut ini digunakan untuk acara seremonial tertentu.
  2. Kebaya  Bali

Seperti di Jawa, Bali memiliki pakaian adat berupa kebaya. Kebaya ini juga dipakai dalam acara-acara keagamaan, pernikahan, dan acara adat lainnya.

Kebaya untuk acara keagamaan biasanya lebih tertutup namun jika hanya untuk sehari-hari biasanya kebaya lebih terbuka namun tetap terlihat anggun.

Yang menjadi ciri khas kebaya Bali adalah terdapat selendang yang mengikat di pinggang.

Baca juga :

  1. Selendang

Selendang merupakan hal yang sakral, tanpa menggunakan kebaya pun jika sudah menggunakan selendang maka sudah boleh melakukan ritual keagamaan. Selendang memiliki filosofi sebagai pengikatan diri dari nafsu dan perilaku yang buruk.

  1. Kamen/bawahan

Jika pria menggunakan kamen terdapat lipatan di depannya, untuk kamen wanita hanya dilingkarkan di pinggang dari kiri ke kanan tanpa membuat lipatan setelah itu menggunakan stagen/bulang sebagai simbol ramin dan kontrol emosi.

Keunikan pakaian Bali juga dapat dilihat dengan adanya bunga sebagai aksesoris tambahan untuk mempercantik tampilan. Bunga merupakan simbol Tuhan serta melambangkan ketulus ikhlasan pikiran yang suci.

Tertarik pakai baju bali ? Anda bisa memesan baju Bali saat liburan ke Bali atau memesan online.

error: Content is protected !!