5 Macam Pakaian Adat Aceh Dan Aksesorisnya

Pakaian Adat Aceh

Pakaian adat Aceh memiliki karakteristik tertutup untuk memenuhi syariat Islam, dengan gaya busana melayu karena wilayahnya yang dekat dengan Malaysia dan memiliki rumpun budaya yang mirip. Aceh dulunya jadi tempat penyebaran agama Islam yang dibawa oleh para pedagang yang berdatangan dari Timur Tengah sehingga dari segi seni musik Anda bisa mendapatkan kemiripan antara instrumen musik yang digunakan di Aceh dengan nuansa musik tradisional yang ada di negara-negara Timur Tengah.

Pakaian adat Aceh biasanya digunakan dalam upacara-upacara adat, ada juga yang menjadikannya sebagai busana pernikahan dengan tema adat Aceh, dan juga dikenakan pada  pertunjukan-pertunjukan seni tari misalnya yang paling familiar adalah pada seni tari Saman. Apa saja nama-nama pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat Aceh?

Meukasah

bridestory.com

Meukasah adalah pakaian adat dari Aceh yang paling banyak digunakan untuk busana pengantin pria. Warnanya hitam dengan hiasan benang-benang emas, dan biasanya ditenun dengan menggunakan kain sutra meski ada juga versi baju adat yang lebih murah harganya menggunakan benang katun.

Pakaian ini memiliki warna hitam untuk melambangkan kebesarannya kaum pria. Baju dengan model kerah tertutup yang dihiasi dengan sulaman benang-benang emas diduga karena mendapatkan pengaruh budaya Tiongkok yang masuk ke Aceh melalui jalur perdagangan pada zaman dulu.

Sileuweu

pinterest.com

Sileuweu merupakan pakaian yang  menjadi pasangannya dari Meukasah. Ia merupakan celana panjang yang bagian bawahnya melebar, dengan bagian bawah yang juga dilengkapi dengan hiasan sulaman emas sama dengan atasannya.

Celana ini juga memiliki warna hitam yang biasanya dilengkapi dengan kain songket yang diikat pada pinggang seperti sabuk. Kain songket yang merupakan kain tenun khas Aceh ini biasa dikenal dengan sebutan ija lamgugap, ija krong, atau ija sangket yang panjangnya ada di atas lutut.

Lihat juga : desain kemeja aneka warna

Baju kurung

weddingku.com

Wanita Aceh menggunakan baju kurung sebagai pakaian adatnya. Baju kurung merupakan pakaian yang longgar di mana ia bisa menutupi bentuk lekuk tubuh wanita, ada yang memiliki lengan panjang ada juga yang lengannya pendek.

Untuk mengenakannya biasanya dipasangkan dengan kain songket yang dikenakan seperti sarung atau disebut dengan sebutan ija krong sungket yang bisa menutupi pinggul dan bentuk kaki wanita. Pakaian adat Aceh ini memiliki bahan material yang ringan dan agak mengembung karena memiliki filosofi sebagai penutup aurat wanita.

Celana cekak musang

Pasangan untuk baju kurung yang dikenakan sebagai pakaian bawahan adalah celana cekak musang yang juga biasa dikenakan oleh pria Aceh namun dengan pilihan warna yang lebih cerah dan corak yang lebih ramai. Celana ini panjang menutupi kaki, kemudian biasanya dipasangkan dengan dengan kain songket yang dikenakan seperti sarung dengan panjang selutut sehingga menutupi bokong. Pada pergelangan kaki celana biasanya terdapat sulaman benang berwarna emas yang senada dengan motif pada kain songket dan juga pakaian adat pria Aceh.

Lihat juga :

Meukotop – Aksesoris yang dikenakan

instagram.com/jokowi

Untuk melengkapi pakaian adat Aceh ada beberapa aksesoris yang digunakan. Untuk pakaian adat pria misalnya, pembuatan baju di lengkapi penutup kepala yang disebut dengan meukeutop yang bentuknya seperti kopiah namun dengan bentuk melonjong ke atas. Kemudian pria Aceh juga biasanya akan dilengkapi dengan rencong yang merupakan senjata khas Aceh yang merupakan senjata berbentuk belati yang dulunya dikenakan sebagai perhiasan oleh para sultan dan bangsawan.

Sedangkan untuk pakaian adat Aceh wanita ada mahkota yang disebut dengan nama patam dhoe  yang terbuat dari lapisan emas dengan motif pepohonan, daun, dan bunga. Kemudian wanita Aceh juga akan mengenakan subang atau anting-anting emas, dan juga kalung yang disebut dengan taloe tokoe bieng, meuih.


Info : Pembuatan berbagai macam baju : Klik Disini

error: Content is protected !!