Bahan Kain Maxmara, Jenis Kain yang Makin Dilirik oleh Kaum Wanita

Bahan Kain Maxmara

Beragam jenis kain menjadi salah satu pilihan pembeli untuk membuat satu set pakaian di hari yang istimewa, salah satunya bahan kain maxmara. Kain ini terkenal dengan bahan kain yang merupakan kain yang mirip dengan jenis satin. Namun, cara menenunnya menggunakan teknik filamen yang menghasilkan serat kain yang lebih halus dibandingkan dengan satin.

Umumnya kain maxmara menjadi bahan yang paling pas untuk pakaian sehari-hari. Sebelum beranjak lebih jauh, ada gunanya untuk mengetahui informasi tentang bahan kain ini. Ulasan dibawah ini akan membahas tentang karakteristik, keunggulan, kegunaan dan tips merawat kain maxmara ini.

Karakteristik Kain Maxmara

Karakteristik bahan kain maxmara ini terletak pada tampilannya yang seperti satin namun kualitasnya lebih tinggi bila dibandingkan dengan satin. Jika dilihat secara jelas serta diraba tentu kain ini lebih unggul dibandingkan kain yang lain. Terutama kain ini sangat disarankan untuk digunakan di daerah tropis seperti Indonesia.

Pertama, kain maxmara memiliki serat kain yang lebih dingin dibandingkan serat satin. Kain ini cocok untuk kawasan Indonesia yang beriklim tropis, karena kain ini dingin dan halus bila terkena kulit yang berkeringat. Sehingga tidak menyebabkan biang keringat atau reaksi alergi.

Kedua bahan ini termasuk kain yang jatuh dan tidak mudah kusut. Sehingga kain ini bisa dikatakan ramah lingkungan karena tidak perlu disetrika terlalu panas dan lama. Bahan ini menjadi bahan favorit para hijabers untuk hijab dan gamisnya.

Ketiga, kain ini memiliki warna dan motif beragam. Warna dan motif tersebut memiliki warna yang tidak terlalu mengkilap seperti satin. Melainkan warnanya kilau doff, sehingga bisa digunakan untuk penggunaan sehari-hari maupun acara khusus. Selain itu bahan ini tidak transparan tentu menjadi pilihan yang pas untuk menjadi bahan pakaian.

Kegunaan Kain Maxmara

Bahan kain maxmara biasanya digunakan untuk beberapa jenis pakaian. Sebagai contoh pembuatan baju gamis, hijab, rok, serta piyama. Karena karakteristik kain ini sangat cocok untuk gamis dan hijab karena tidak transparan, dingin dan halus.

Namun, untuk pakaian seperti rok atau piyama yang memiliki cuttingan yang tidak sederhana tentu diperlukan teknik khusus untuk menjahitnya. Biasanya, jahitan dengan bahan ini adalah jahitan yang tidak terlalu rapat karena serat kainnya sudah rapat sehingga dijahit dengan tangan pun juga mudah.

Baca juga: bahan hijab cornskin

Tips Merawat Kain Maxmara

Bahan kain maxmara memiliki perawatan yang berbeda dengan bahan kain yang lain. Agar kain maxmara awet dan selalu cantik ketika digunakan. Ada beberapa tips untuk merawat pakaian dengan jenis kain ini.

Pertama, sebelum mencuci pisahkan pakaian berbahan maxmara dengan kain jenis lain. Karena perawatan bahan maxmara tidak boleh dijadikan satu dengan pakaian biasa. Karena tentu akan merusak kualitas bahan kain bila dicampur menjadi satu.

Kedua, bersihkan noda pakaian yang menempel terlebih dahulu sebelum mencuci. Caranya, oleskan deterjen pada noda yang membandel, lalu basuh area kain yang terkena noda. Kemudian, pakaian tersebut bisa dicuci seperti biasa.

Ketiga, cucilah pakaian berbahan maxmara dengan tangan tanpa mesin pengering. Karena jika kain jenis ini dicuci dengan mesin cuci dan dikeringkan akan mengakibatkan penurunan kualitas kain. Mengingat putaran mesin cuci yang kuat dan panas dari mesin pengering, karena putaran dan perasan mesin bisa membuat serat kain maxmara yang rapat menjadi kusut dan rusak.

Keempat, gunakan deterjen cair ketika mencuci. Hal ini dikarenakan serat kain maxmara yang halus akan rusak bila dicuci dengan deterjen bubuk yang memiliki bentuk butiran pasir. Bila mencuci dengan deterjen cair, kualitas kain maxmara akan terjaga.

Kesimpulannya, bahan kain maxmara cocok untuk bahan pakaian hijab, gamis, rok serta piyama. Hal ini dikarenakan kualitas bahan yang lebih baik dibanding kain lainnya. Selain ini, kain ini pun sangat cocok dipakai di Indonesia yang beriklim tropis.