Inilah 5 Bahan Dasar Pembuatan Tenun Paling Banyak Digunakan

Bahan Dasar Pembuatan Tenun

Teknik menenun dengan konsep seperti menganyam benang dapat menghasilkan kain yang biasa disebut kain tenun. Banyak produsen tenun yang tersebar di seluruh Indonesia dan biasanya tiap daerah punya keunikan tersendiri. Kain tenun dibuat dari bahan alami, seperti bahan dasar pembuatan tenun berikut ini:

1. Kepompong Ulat Sutera

Bahan Dasar Pembuatan Tenun

Bahan pertama ini dapat menghasilkan tenun dengan kualitas terbaik yang berharga tinggi. Biasanya, ulat sutera akan diternak untuk diambil kepompongnya guna dijadikan sebagai benang sutera dan benang emas. Kain yang dihasilkan dari benang sutera dan benang emas biasanya berkualitas tinggi dengan tekstur halus.

Terdapat cara atau proses khusus untuk membuat gulungan benang dari kepompong. Biasanya, membutuhkan waktu pengerjaan selama satu hari untuk membuat kain sutera yang berasal dari benang sutra. Kain tenun berbahan sutra ini mempunyai harga bervariasi, mulai dari seharga 60 ribu hingga bisa mencapai jutaan rupiah.

2. Kapas

Bahan Dasar Pembuatan Tenun

Bisa dibilang, kapas menjadi salah satu bahan utama dalam membuat kain tenun yang biasanya menghasilkan kain katun. Kapas ini biasanya diambil dari pohon kapas, salah satu pohon tropis yang banyak ditemui di Indonesia. Benang yang kemudian dijadikan kain biasanya diambil dari serat kapas hingga kapas perlu dijemur terlebih dahulu.

Setelah kapas tersebut dijemur dan dipisahkan dari bijinya, maka kemudian dilembutkan serta dipisahkan. Tujuannya agar kapas tidak menjadi menggumpal atau saling menempel pada saat proses pemintalan. Proses tersebut merupakan proses penggulungan benang menggunakan alat penggulung. Benang yang tergulung tersebut kemudian siap untuk diberi pewarna dan kemudian ditenun.

3. Lilin Sarang Lebah

Bahan Dasar Pembuatan Tenun

Berbeda dari dua daftar sebelumnya, bahan dasar pembuatan tenun ini bukan sebagai bahan pembuat benangnya. Lilin sarang lebah biasanya dimanfaatkan untuk membuat benang menjadi meregang pada saat proses penenunan. Hal ini sangat bermanfaat karena benang-benang tersebut menjadi lebih mudah untuk ditenun jika dalam kondisi meregang.

Lilin sarang lebah ini biasanya diambil dari sarang lebah, seperti namanya yang mempunyai kandungan asam lemak dengan senyawa alkohol. Bahan alami yang satu ini begitu aman digunakan dalam proses penenunan. Hal ini karena lilin sarang lebah juga biasa digunakan untuk keperluan lain, seperti kosmetik, lilin atau pewarna lukisan.

4. Akar Serai Wangi

Bahan Dasar Pembuatan Tenun

Bahan alami ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pengawet benang alami yang begitu efektif dan aman. Akar serai wangi merupakan salah satu tanaman yang termasuk ke dalam jenis rumput populer asal India. Cara menggunakan akar serai wangi ini adalah dengan cara melarutkannya dan merendam benang dalam larutan tersebut.

Penggunaan akar serai wangi ini sangat tepat dan merupakan proses penting dalam menenun. Hal ini karena untuk membuat kain tenun membutuhkan benang yang kuat dan awet. Selain untuk pengawet alami, akar serai wangi juga bisa dijadikan sebagai minyak wangi.

5. Eceng Gondok

Bahan Dasar Pembuatan Tenun

Satu lagi bahan yang bisa digunakan sebagai bahan dasar ketika ingin membuat tenun, yaitu eceng gondok. Tenun eceng gondok ini banyak ditemui di daerah Pekalongan dengan kisaran harga Rp10.000 per meternya. Tenun dari eceng gondok ini memiliki banyak sekali peminat hingga pengrajinnya bisa mendapatkan omset ratusan juta tiap bulannya.

Prosesnya diawali dengan pencarian dan pengumpulan eceng gondok yang kemudian dicuci dahulu sebelum masuk proses selanjutnya. Setelah itu, memisahkan antara eceng gondok dengan tangkainya dengan cara dipotong. Penjemuran adalah proses selanjutnya yang kemudian dilanjutkan dengan proses penenunan.

Demikianlah beberapa bahan dasar pembuatan tenun yang banyak digunakan dalam proses penenunan. Pertimbangan penggunaan bahan sangat penting karena akan menentukan tingkat kualitas dari kain tenun. Semakin bagus kain tenun maka akan semakin berkualitas pembuatan baju yang di hasilkan dengan kain tersebut. Oleh sebab itu, harganya juga bervariasi menyesuaikan dengan kualitas yang dimiliki.

error: Content is protected !!