Mengenal Perbedaan Kain Ceruti dan Sifon Dari Berbagai Segi

Perbedaan Kain Ceruti dan Sifon

Kain Ceruti dan kain Sifon, kedua jenis kain ini adalah jenis kain yang sudah banyak dikenal oleh kaum wanita dan digunakan sebagai bahan membuat jilbab. Banyak sekali yang menyebutkan bahwa kedua jenis kain ini mirip. Namun sebetulnya, ada perbedaan kain Ceruti dan Sifon yang terlihat jelas bila diamati.

Pengenalan Kain Ceruti dan Kain Sifon

Sebelum membahas mengenai perbedaan kain Ceruti dan kain Sifon, sebaiknya mengenali terlebih dahulu masing-masing kedua jenis kain tersebut. Dimulai dari kain Sifon yang terbuat dari bahan dasar berupa kapas, serat sintetis, dan sutra. Kain Sifon memang sering digunakan sebagai bahan untuk membuat jilbab, tetapi tidak bisa digunakan secara langsung.

Kain Sifon memang memiliki berbagai sifat yang membuat ia diminati oleh kaum wanita dalam penggunaan jilbab. Sifat kain Sifon yang luwes, ringan, dan lembut dapat mengikuti gerak tubuh pemakainya. Sayangnya, kain Sifon ini cukup panas, sehingga membutuhkan jenis kain lainnya bila ingin digunakan sebagai bahan pembuat jilbab.

Lain halnya dengan kain Ceruti, yang memang memiliki kemiripan dengan kain Sifon, tetapi kain Ceruti memiliki karakteristik yang berbeda. Kain Ceruti memiliki bahan yang sama tipisnya dengan kain Sifon. Teksturnya yang lembut dan elastis menjadikan kain Ceruti sangat cocok untuk dijadikan sebagai bahan pembuat jilbab. Namun, meski lembut dan elastis, kain Ceruti cenderung lebih berat.

Perbedaan Kain Ceruti dan Sifon

Kedua kain ini, baik kain Ceruti maupun kain Sifon sama-sama menjadi bahan yang tepat untuk membuat jilbab, bukan untuk membuat baju. Kedua kain tersebut juga sama tipis dan lembut sehingga dapat dengan mudah jatuh. Namun, tentu ada perbedaan antara kedua jenis kain ini. Berikut ini beberapa perbedaan kain Ceruti dan Sifon.

1. Tingkat Kelembutan dan Tekstur Permukaan.

Perbedaan pertama antara kedua jenis kain yang banyak digunakan sebagai bahan pembuatan jilbab ini terletak pada tingkat kelembutannya. Kain Ceruti dan kain Sifon sama-sama mengandung bahan sutra. Namun, kain Ceruti lebih lembut dibandingkan dengan kain Sifon. Kain Ceruti sendiri lebih mudah dibentuk dibandingkan dengan kain Sifon.

Keanehan akan muncul bila diamati lebih dalam dari kedua kain ini. Permukaan kain ceruti menyerupai kulit jeruk lengkap dengan bintik-bintik halusnya. Bila dilihat memang kain Ceruti memiliki tekstur permukaan yang lebih kasar dibanding kain Sifon. Namun bila dirasakan, kain Ceruti terasa lebih lembut, berkat adanya bintik-bintik halus yang ada pada permukaannya.

Baca juga: bahan kain voal

2. Tingkat Kelicinan dan Elastisitas

Selain memiliki tekstur yang tipis dan lembut, kain Sifon akan terasa lebih licin dibandingkan dengan kain Ceruti. Karena lebih licin inilah, pemakaian jilbab berbahan kain Sifon biasanya membutuhkan jarum pentul sebagai pengamannya.

Sementara kain Ceruti dikenal lebih elastis dibanding kain Sifon. Kain Ceruti memiliki massa yang lebih berat sehingga ketika dikenakan, kain Ceruti tidak akan mudah melayang. Namun yang pasti, kedua jenis kain ini dapat memberikan kesan jatuh yang membuat pemakainya menjadi lebih cantik.

3. Segi Harga

Dari segi harga, kain Ceruti lebih mahal dibandingkan dengan kain Sifon. Hal ini bisa terjadi karena kandungan serat sutera pada kain Ceruti lebih banyak dibandingkan kain Sifon. Kain Sifon sendiri mengandalkan penggunaan berbagai bahan sintetis pada pembuatannya.

Ketika digunakan sebagai bahan pembuatan jilbab, kain Sifon akan memberikan penampilan yang lebih kasual, sementara kain Ceruti akan memberikan kesan mewah dan formal. Meski banyak yang menganggap kedua jenis kain ini sama, nyatanya ada beberapa perbedaan kain Ceruti dan Sifon yang tampak nyata.

error: Content is protected !!