Sablon Raster, Kelebihan, Kekurangan, serta Cara Perawatannya

Sablon raster dikenal dengan kemampuannya mencetak gambar dengan desain rumit. Ini tentu disukai oleh peminat sablon yang menyukai gambar dengan kesan nyata. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai sablon dengan teknik raster.

sablon-raster

Sekilas tentang Sablon Raster

Teknik sablon jenis ini merupakan teknik yang menggunakan penggabungan 4 warna proses. Keempat warna tersebut adalah cyan, magenta, yellow, dan black atau biasa disingkat dengan CMYK. Teknik ini dikenal juga sebagai sablon separasi.

Desain didapatkan dari gambar yang merupakan gabungan banyak dot-dot kecil dan gradasi warna. Sablon dengan raster ini cocok digunakan untuk desain yang rumit dan full color seperti sebuah foto. Untuk membuat film output pun bisa menggunakan aplikasi edit gambar di komputer.

Kesesuaian kriteria gambar menentukan keberhasilan sablon yang dicetak. Kriterianya di antaranya yaitu resolusi gambar minimal 300 dot per inch dan frekuensi sekitar 35-55 line per inch. Selain itu, kerapatan screen juga perlu diperhatikan kesesuaiannya.

Ukuran kerapatan screen yang biasa digunakan untuk menyablon kaos adalah sekitar 62-77 T. Sementara untuk ukuran bingkainya, bisa disesuaikan dengan ukuran kaos yang ingin disablon.

Untuk menggunakan teknik ini, ada beberapa pilihan tinta yang cocok. Tinta dengan karakteristik transparan adalah pilihan yang tepat karena sifatnya yang bisa saling mempengaruhi antar lapisan warna. Contoh tinta yang bisa digunakan adalah tinta rubber transparan, tinta extender, serta tinta superwhite.

sablon raster

Lihat juga: kaos reunian

Kelebihan Sablon Raster

Terdapat beberapa kelebihan dari teknik sablon yang satu ini. Kelebihan paling menonjol tentu saja ada pada kapasitasnya untuk mencetak gambar dengan detail-detail kecil. Dengan begitu, penggunaan warna pun menjadi maksimal.

Selain itu, gambar yang disablon akan menghasilkan permukaan yang lembut dan halus. Gambar yang dicetak juga tahan lama sehingga bisa dipakai dalam jangka panjang. Dan jika menggunakan tinta superwhite, warnanya akan meresap ke serat kain.

Kekurangan Sablon Raster

Di balik kelebihan, tentu juga ada kekurangan dari sablon dengan teknik raster. Salah satunya adalah desainnya yang harus bagus. Gambar yang tidak didesain dengan baik bisa saja membuat hasil sablon menjadi tampak norak.

Untuk mencetak menggunakan teknik ini juga diperlukan cat yang banyak. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan sebagai modal tentu akan banyak pula. Apalagi jika kaos polos yang digunakan adalah bahan berkualitas tinggi yang harganya juga tinggi.

Kekurangan lainnya adalah sablon ini tidak terlalu mudah ditangani. Dibutuhkan keterampilan yang baik untuk menghasilkan cetakan gambar kaos yang berkualitas dan menarik.

Baca juga: karakteristik sablon plastisol

Cara Merawat Kaos dengan Sablon Raster

Kaos dengan sablon kaos jenis ini perlu dirawat dengan tepat agar gambarnya awet. Hal ini terutama perlu diperhatikan saat proses pencucian. Lebih baik cuci secara manual menggunakan tangan. Karena, penggunaan mesin cuci membuat proses pencucian tidak terkontrol.

Selain itu, jangan gunakan deterjen secara berlebihan, dan rendam dalam waktu singkat saja. Hindari mengucek, menyikat, serta memeras kaos dengan sablon terlalu kuat. Perlakuan tersebut selain bisa mempengaruhi gambar sablonnya, juga akan merusak kaos itu sendiri.

Agar gambar tidak mudah kusam, usahakan untuk membalik kaos sebelum menjemur sehingga bagian sablon berada di dalam. Jika kaos dirasa perlu untuk disetrika, maka aturlah tingkat panasnya agar tidak berlebihan. Dan perlu diingat untuk tidak menyetrika bagian gambarnya.

Penggunaan sablon raster yang bisa mengakomodir gambar rumit sangat cocok untuk desain yang penuh gradasi warna. Desain yang bersumber dari foto pun bisa dicetak dengan teknik sablon ini. Dan terlepas dari kelebihan serta kekurangannya, sablon jenis ini cukup populer digunakan dalam dunia konveksi.

error: Content is protected !!